Instalasi Penangkal Petir

Sekedar untuk mengikat ingatan seputar instalasi penangkal petir, nampaknya perlu saya tuliskan pengalaman sharing saya saat akan melakukan instalasi penangkal petir di Pabrik Tangerang. Jika ada rekan-rekan yang mempunyai knowledge tentang ini , mangga bisa sharing…

Komponen Utama Penangkal Petir

  1. Ujung Penangkap Petir/ Batang Tembaga
  2. Kawat Penghantar (Tembaga)
  3. Pembumian (Earthing)

Jenis Penangkal Petir

  1. Konvensional (Faraday)
  2. Radioaktif
  3. Sistem Elektrostatik & Membran

Urutan Pelaksanaan Instalasi

  1. Pemasangan grounding, dilakukan pengetesan tahanan tanah dengan earth-testermeter. Jika tahanan tanah di bawah 5 ohm, maka instalasi bisa dilanjutkan ke proses berikutnya. Namun, jika tahanan tanah lebih besar dari 5 ohm, maka dilakukan pembuatan ground lagi di sebelahnya dan diparalel dengan ground yang pertama agar tahanan bisa turun. Rumusnya adalah:  1/g1 + 1/g2 = 1/gt
  2. Pemasangan jalur elektris petir, kabel yang digunakan adalah BC (Bare Copper), NYY atau Coaxial. Pilih jalur terpendek dan kurangi belokan 90 derajat. Untuk yang masih terjangkau manusia, sebaiknya dipasang pelindung (conduit)
  3. Pemasangan head terminal

Download: Peraturan Menteri Tenaga Kerja tentang Pengawasan Instalasi Penangkal Petir

4 thoughts on “Instalasi Penangkal Petir

  1. Ping balik: Mendesain Sistem Hidrolik #2: Menghitung Kapasitas Motor Listrik dan Pompa Hidrolik yang Dibutuhkan « MASDUKI ASBARI

  2. Salam,
    1. Saudara Masduki saya ingin mengingatkan kalau Jenis penangkal petir (saya lebih suka menyebutnya Terminal Udara Petir) Radioaktif sudah dilarang penggunaannya di seluruh dunia, karena efek samping yang mungkin ditimbulkannya. Saran saya jangan gunakan jenis Radioaktif. Ingat apa yang berlaku pada reaktor nuklir di Jepang. Kebocoran radioaktif akan sangat berbahaya meski dalam jumlah kecil.
    2. Istilah Elektrostatik & Membran, rasanya ada di Indonesia. Tapi dari blog lain saya dapat bahwa ia adalah TUP jensi Early Streamer Emission. Saran saya anda pastikan bahwa metode perhitungan daerah perlindungan yang anda gunakan adalah berdasarkan argumen supplier (terpulang betul atau salah argumennya mungkin harus dibuktikan). Saya pernah mendapati sebuah banguna menggunakan TUP ESE tapi perhitungan daerah perlidungan menggunakan Stadard IEC. Ini jelas salah, karena IEC sampai saat ini menolak konsep TUP ESE.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s