Step by Step Implementasi AUTONOMOUS MAINTENANCE

DEFINISI

Autonomous Maintenance (AM) adalah kegiatan yang dirancang untuk melibatkan operator dalam merawat mesinnya sendiri, di samping kegiatan yang dilaksanakan oleh bagian Maintenance. Kegiatan tersebut antara lain:

  • Pengecekan harian
  • Pembersihan
  • Pelumasan
  • Pengencangan mur/ baut
  • Reparasi sederhana
  • Pendeteksian penyimpangan

SASARAN

Sasaran autonomous maintenance adalah:

    • Mengembangkan operator yang mampu mendeteksi berbagai sinyal dari kerugian (loss)
    • Menciptakan tempat kerja yang rapi dan bersih sehingga setiap penyimpangan dari kondisi normal dapat diteksi dalam waktu sekejap

JENIS KERUSAKAN DAN PENYEBABNYA

  1. Kerusakan berat (function-loss breakdown) biasanya disebabkan karena penyebab tunggal
  2. Kerusakan sedang (function-reduction breakdown) biasanya disebabkan karena penyebab ganda
  3. Kerusakan kecil biasanya disebabkan karena penyebab kompleks

 TUJUH LANGKAH AUTONOMOUS MAINTENANCE

  1. Pembersihan awal (membersihkan adalah inspeksi)
  2. Pencegahan sumber kontaminasi dan tempat yang sulit dibersihkan
  3. Pengembangan standar pembersihan dan pelumasan
  4. Inspeksi menyeluruh
  5. Pengembangan standar autonomous maintenance (perawatan mandiri)
  6. Process quality assurance
  7. Menjalankan perawatan mandiri dankegiatan peningkatan berkesinambungan

LANGKAH PERTAMA: Pembersihan awal

Arti Pembersihan:

  • Pembersihan didefinisikan sebagai menghilangkan benda-benda asing yang melekat pada mesin dan sekelilingnya
  • Pembersihan bukan berarti sekedar menjaga kebersihan agar terlihat indah di permukaan
  • Pembersihan ditujukan untuk menciptakan kondisi dasar mesin dan untuk mengungkapkan kerusakan yang terselubung

Kegiatan:

  • Menyingkirkan item yang tidak diperlukan dan yang jarang digunakan
  • Menghilangkan debu dan kotoran dari peralatan dan sekelilingnya
  • Mengungkapkan permasalahan, seperti kerusakan kecil, sumber kontaminasi, area yang sulit dibersihkan
  • Menuliskan permasalahan pada formulir yang disiapkan

Sasaran untuk Peralatan:

  • Mencegah kerusakan dengan menghilangkan debu dan kotoran
  • Meningkatkan mutu dan menekan waktu dari kegiatan pemeriksaan dan reparasi
  • Mengembalikan peralatan pada kondisi dasarnya
  • Mengungkapkan dan menangani kerusakan terselubung

Sasaran SDM:

  • Mendekatkan operator dengan mesinnya agar dapat lebih memahaminya
  • Mengembangkan rasa memiliki, perhatian dan rasa ingin tahu terhadap mesinnya
  • Memberi kesempatan bagi pimpinan kelomopk untuk mempraktekkan kepemimpinan dalam pembersihan awal
  • Memungkinkan operator untuk menemukan kerusakan ringan dan penyimpangan

Dampak Pembersihan

  • Dampak fisik: menekan jumlah defect, menstabilkan mutu, mendeteksi penyimpangan secara dini, mencegah abrasion, memperpanjang umur parts, memelihara fungsi mesin, mencegah salah operasi, dan memelihara presisi parts.
  • Dampak psikologis: mengembangkan kemampuan untuk mendeteksi kerusakan secara dini, memupuk rasa memiliki terhadap mesin, meningkatkan disiplin dalam mengikuti aturan, meningkatkan motivasi, bekerja di lingkungan kerja yang bersih, dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.

LANGKAH KEDUA: Pencegahan Sumber Kontaminasi
Kegiatan:

  • Mengendalikan sumber-sumber kontaminasi
  • Mencegah kontaminasi dari penyebaran yag tidak normal dan tidak diinginkan
  • Memperbaiki…

 

 

 

Artikel Terkait:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s