Belajar dari The Toyota Way: Sederhanakan Pengendalian Kualitas dan Libatkan Seluruh Anggota Tim

 

Bagi banyak perusahaan, inti dari membangun kualitas telah hanyut dalam birokrasi dan hal teknis detil. Hal-hal seperti ISO 9000, standar kualitas industri yang menuntut semua jenis prosedur standar operasi secara detil untuk jenis barang apapun yang mereka buat, telah membuat perusahaan yakin bahwa jika mereka menyatukan semua peraturan dalam sebuah buku secara detil, maka peraturan tersebut akan diikuti. Departemen Perencanaan Kualitas dipersenjatai dengan bertumpuk-tumpuk data yang dianalisis menggunakan metode analisis yang paling canggih. Six Sigma telah memberikan sepasukan “pendekar sabuk hitam” kepada kita yang akan menyerang masalah kualitas utama dengan sekuat-kuatnya dan dipersenjatai dengan serangkaian metode teknik yang canggih.

Sementara itu, di Toyota, mereka menjaga berbagai hal agar tetap sederhana dan hanya menggunakan sedikit alat statistik yang kompleks. Para pengendali kualitas dan anggota tim hanya memiliki empat alat utama:

  1. Pergi dan lihat
  2. Analisis situasi
  3. Gunakan one-piece flow dan andon untuk mengungkapkan masalah
  4. Bertanyalah “Mengapa?” sebanyak lima kali

Don Jackson, Vice President of Manufacturing pabrik Toyota di Geogetown pernah berujar: “You can write a complex procedure that covers the operator, equipment maintenance, and a quality audit and theoretically, the process will run forever. But my philosophy is support the team members who are running the process. I want them to be able to know everything because they re the ones producing the product. So those team members have to know that the preventative maintenance was done on schedule, and their equipment is in good shape by some visual control system. The quality check every hour … those team members should know that it was done and it was OK every hour or they stop the line. Then finally, they must know what their job requirements are and know that they re getting good built-in quality by some means. So those team members are in total control. I want that team member to know that they have everything they need to build that product correctly ,.. man, material, method, machine.”

So, masihkah kita mau berdiam diri ditelikung oleh “kecanggihan” teknik pengendalian kualitas, jika akhirnya kualitas produk kita tak terkendali? Wallahu A’lam

Source: The Toyota Way; 14 Management Principles from The World’s Greatest Manufacturing

One thought on “Belajar dari The Toyota Way: Sederhanakan Pengendalian Kualitas dan Libatkan Seluruh Anggota Tim

  1. Ping balik: Belajar dari Toyota Way: Mengidentifikasi Pemborosan « MASDUKI ASBARI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s