THE COMPANY MEN; Jalan Cita Para Karyawan Pejuang

“Aku pasti akan menang. Kenapa?… karena aku memiliki keberanian, keyakinan dan antusiasme“,

 Itulah kalimat motivasi yang diungkapkan Bobby Walker (Ben Affleck), tokoh utama pada film garapan John Wells, The Company Men. Cerita film ini bermula dari kesisruhan di GTX, sebuah perusahaan besar tempat Walker, dkk. bekerja dan kekisruhan itu berujung diPHK-nya Walker dan beberapa karyawan pejuang di perusahaan ini.

Bagi sebagian besar mahluk yang bernama karyawan, PHK sudah menjadi momok super mengerikan apalagi kala tidak dibarengi dengan kesiapan mental maupun tindakan-tindakan preventive lainnya. Kerepotan hidup para mantan-mantan GTX digambarkan dengan apik pada film ini. Bagaimana kesedihan dan kekhawatiran terhadap masa depan diri dan keluarga datang menghantui, rasa malu yang membubu terhadap orang tua dan mertua, hilangnya rasa hormat anak dan istri, lamaran yang dikirim ke sana kemari tak beroleh tanggapan positif, dan seterusnya, melengkapi gambaran efek tsunami PHK. Lagi-lagi film ini memberikan gambaran cukup apik seputar perang batin para pelakonnya. Bagaimana jalan keluarnya?

Walau demikian, bak roda berputar, kesedihan tidak akan kekal merundung kita, asa akhirnya muncul juga dipenghujung kesungguhan upaya. Adalah salah seorang pentolan GTX yang juga kena tendang dari perusahaan itu, yang akrab dengan panggilan Gene (Tommy Lee Jones), berupaya membangun usaha lain untuk mengumpulkan potensi dan sumber daya manusia yang terserak. Dia tahu persis daya juang para ex. karyawan GTX yang sebelumnya menjadi anak buahnya. Para karyawan pejuang itu seperti dipanggil kembali ke medan juang mereka. Kebaikan yang mereka tanam jauh hari sebelumnya ternyata menghasilkan kepercayaan yang tak luntur oleh morat-maritnya kondisi ekonomi.

Pelajaran indah di ujung cerita film ini adalah, sebutir mutiara tetaplah akan dicari walau berada di bawah permukaan lautan. So, bagi para pejuang jangan khawatir terhadap kekisruhan yang akan melanda perusahaan Anda. Tetaplah istiqamah dalam lakon karyawan pejuang, yakni karyawan yang anti kena PHK, atau kalau toch kena juga PHK, Anda dapat giliran paling akhir setelah tak ada lagi karyawan yang ngantor di perusahaan tempat Anda bekerja. Anda berdiri tegap di sisi owner. Itulah jalan cita para karyawan pejuang…halah

Artikel Terkait:

14 thoughts on “THE COMPANY MEN; Jalan Cita Para Karyawan Pejuang

  1. Ping balik: Menimbang Skala Kepercayaan Diri, Dimanakah Posisi Anda? « MASDUKI ASBARI

  2. Ping balik: Membangun Karyawan Pembelajar « MASDUKI ASBARI

  3. Ping balik: FUN WORKS, Melejitkan Kinerja Karyawan « MASDUKI ASBARI

  4. Ping balik: Sepuluh TUPOKSI Manajer Produksi « MASDUKI ASBARI

  5. Ping balik: EMPAT TIPE KARYAWAN, Yang Manakah Anda? « MASDUKI ASBARI

  6. Ping balik: Menjadikan Tempat Kerja Sebagai Sekolah « MASDUKI ASBARI

  7. Ping balik: Ringkasan Eksekutif dari 14 Prinsip TOYOTA WAY « MASDUKI ASBARI

  8. Ping balik: KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL: Landasan Menuju World Class Company « MASDUKI ASBARI

  9. Ping balik: Belajar INOVASI dari Toyota « MASDUKI ASBARI

  10. Ping balik: Meningkatkan Nilai Aset Perusahaan yang tak Berwujud (Intangible Asset) « MASDUKI ASBARI

  11. Ping balik: Mengukur Komitmen Manajemen Puncak dalam Membangun BUDAYA PERUSAHAAN « MASDUKI ASBARI

  12. Ping balik: Belajar Mengubah Budaya dari Toyota Way « MASDUKI ASBARI

  13. Ping balik: Mengabaikan Human Capital = Mempersiapkan Kebangkrutan « MASDUKI ASBARI

  14. Ping balik: Belajar dari Toyota Way: Mengidentifikasi Pemborosan « MASDUKI ASBARI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s