KAIZEN: Small Improvement Through Total Employee Involvement

Postingan tentang Kaizen ini disarikan dari seminar Kaizen oleh Bunji Tozawa (Salah seorang trainer Kaizen terbaik di ASIA. Beliau juga menerbitkan banyak buku Kaizen yang telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa), semoga makin banyak yang berkesempatan mengikuti pelajaran dari beliau sehingga dunia manufaktur Indonesia makin jos markojos…

 

PENGERTIAN KAIZEN

Kaizen dilambangkan dengan seekor KODOK, dalam bahasa Jepang disebut Kaeru yang berarti : 

  1. Kodok
  2. Pulang atau kembali
  3. Merubah cara pandang, cara berpikir dan cara bekerja ke arah yang lebih baik

APA ITU KAIZEN ?

Menurut Masaaki Imai, pengertian Kaizen sebagai berikut :

KAIZEN berarti improvement atau perbaikan, lebih khususnya perbaikan yang berkelanjutan (Continuous Improvement). Kaizen dapat diartikan sebagai perubahan sedikit-sedikit tetapi secara terus menerus dan dilakukan oleh semua tingkatan karyawan.

Lalu apa bedanya dengan inovasi? INOVASI adalah perubahan cepat dan besar (significant), hanya dilakukan oleh karyawan pada tingkatan/level tertentu yang telah terlatih, seperti Engineer atau Manager.

Atau bisa juga dikatakan bahwa inovasi berhubungan dengan investasi mesin-mesin baru atau investasi besar-besaran untuk mencapai hasil perbaikan yang diinginkan secara cepat.

Demi keberhasilan sebuah inovasi, maka perlu didukung dan diiringi dengan perubahan metode kerja. Bila tidak, maka masalah yang ada akan terulang kembali.

 

Siapa Pelaku Kaizen ?

Pelaku Kaizen adalah seluruh pekerja tanpa kecuali.

Operator dalam bekerja harus mematuhi prosedur dan sesuai instruksi atasannya, yaitu menjalankan prosedur dan pola kerja yang sama dan rutin setiap harinya.

 Namun jika terjadi sesuatu, misalkan sang operator kelelahan melakukan suatu pekerjaan atau mengeluh, biasanya sang atasan akan mengatakan :

 “Memang dari dulu sudah seperti itu, saya dulu juga begitu ! Jadi kerjakan saja dan bersabar!” atau “ Make sure your job and be carefull!” ,

 Akankah suasana seperti ini terus dipertahankan ??

Jawaban seperti ini tidak akan mendorong bawahan menciptakan ide yang baik untuk pekerjaannya, dia akan cenderung mengikuti rutinitas kerja yang ada.

Sesungguhnya response seperti apa yang dapat dilakukan oleh atasan atau perusahaan agar dapat melibatkan seluruh pekerja untuk berperan aktif melakukan perubahan dan perbaikan yang sesuai dengan keinginan perusahaan?

Hal ini sangat penting dalam rangka menghadapi perubahan yang ada dari customer serta kompetisi bisnis yang semakin berat.

 

Atasan atau perusahaan harus berusaha merangsang dan memotivasi pekerja untuk melakukan perubahan yang lebih baik.

Maka jawaban atasan yang tepat untuk kasus diatas adalah “Coba pikirkan cara yang lebih baik”

Setiap pekerjaan mempunyai 2 komponen penting yaitu :  

  1. Pertama Maintenance atau mengerjakan pekerjaan rutin sehari-hari dan mempertahankan standard dan level kondisi kerja yang ada.
  2. Kedua melakukan perbaikan daan perubahan terhadap pekerjaan rutin, agar pekerjaan menjadi lebih ringan, mudah , cepat dan effisien.

Namun kondisi stabil dan tidak adanya perubahan serta hanya maintenance / mempertahankan pola kerja yang ada, maka Perusahaan tersebut tidak akan mampu merespon secara cepat suatu perubahan dan kesulitan dalam kompetisi dengan perusahaan lain serta dalam rangka memenuhi permintaan pelanggannya. Cepat atau lambat akan kehilangan market-nya.

  

Contoh Kaizen yang dilakukan oleh Honda Corporation

Honda Corporation mengelola arena permainan Skating Car / Boom-Boom Car.

Permainan ini sangat menarik karena orang dapat bermain sepuasnya didalam mobil tersebut dan sering dilakukan tabrakan dan saling berbenturan.

Persoalan : Karena sering tabrakan dan benturan maka bautnya sering lepas/copot, teknisi sangat direpotkan dengan masalah ini. Untuk menemukan mobil mana yang copot bautnya dia harus membalikkan semua mobil kemudian di cek satu persatu, sehingga perlu waktu lama dan banyak energi harus dikeluarkan .

Kaizen : Setiap mobil dicat dengan warna yang berbeda, semua baut juga dicat sesuai dengan warna mobilnya, sehingga bila ada baut yang lepas cukup dilihat dari warnanya saja akan ketahuan mobil mana yang harus dibalikkan.

  

MENGAPA HARUS MELAKUKAN KAIZEN ?

Orang Jepang memandang bahwa suksesnya pekerjaan atau perusahaan apabila dapat menseimbangkan efektifitas antara elemen maintenance dan improvement, dengan cara melakukan Kaizen atau inovasi, atau penggabungan antara Kaizen dan inovasi. Inovasi hanya dilakukan sebagian karyawan saja sementara Kaizen dapat dilakukan oleh seluruh karyawan untuk terlibat didalamnya.

 Berbeda dengan pendangan orang barat (Western). Mereka tidak melakukan Kaizen. Mereka lebih cenderung melakukan inovasi oleh sedikit orang (manager and above) dan maintenance work yang dilakukan oleh sebagian besar karyawannya. Bila kita hanya mengandalkan inovasi saja maka akan sulit bersaing di masa yang akan datang, karena untuk inovasi perlu investasi yang tidak sedikit dan hanya dapat dilakukan dan ditentukan oleh orang-orang tertentu saja. Bila dilakukan inovasi tanpa ada Kaizen,berarti kita hanya merawat dan menjaga investasi tersebut serta menjalankan rutinitas kerja yang ada sekarang tanpa adanya perubahan dan perbaikan pola kerja. Bila hal ini terjadi, maka akan terjadi penurunan kinerja dan terakumulasi dalam jangka waktu tertentu serta mengharuskan kita untuk melakukan inovasi lagi.

Lain halnya bila kita gabungkan antara inovasi dan Kaizen, ini akan berdampak positif. Yang terjadi justru terjadi kenaikan kinerja dan menetapkan standar kerja yang baru dan lebih baik.

 

Kaizen bertujuan untuk :

  1. Perubahan Kecil
  • Dengan merubah metode ke arah yang lebih baik
  • Dengan merubah sesuatu ke arah yang lebih baik
  • Bukan perubahan yang besar
  • Perubahan yang berkelanjutan  
  1. Mengatasi hambatan kenyataan yang ada :
  • Hambatan waktu
  • Hambatan budget/biaya
  • Hambatan fasilitas
  • Hambatan aturan/kebijakan perusahaan
  • Hambatan SDM

 

Dari penjelasan diatas dapat kita pahami bahwa Kaizen sangat berperan dalam meningkatkan kinerja dan secara tidak langsung meningkatkan produktifitas serta effisiensi perusahaan.

    

BAGAIMANA MELAKUKAN KAIZEN ?

 Kaizen dimulai saat terjadi benturan antara apa yang ingin kita lakukan dengan kendala serta hambatan yang ada. Kaizen harus dimulai dari setiap individu yang melakulan suatu pekerjaan dan ingin adanya suatu kemajuan.

Mulailah dari yang paling sederhana dari apa yang dapat kita lakukan suatu perubahan atau perbaikan.

Untuk merangsang bawahan melakukan Kaizen maka sebaiknya :

  • Beri contoh pekerjaan tidak perlu sempurna
  • Biarkan bawahan mengembangkan sendiri agar lebih bagus.
  • Pengembangan ini merupakan naluri setiap manusia.

 So, Setidaknya ada tiga cara untuk melakukan Kaizen:

  1. Mengubah Cara Pandang Anda ( Change your point of view )
  2. Mengubah Cara Anda Melakukannya ( Change your way of doing )
  3. Mengubah Cara Berpikir ( Change your way of thinking  

 

—Thanks to Training & Development Dept.—

 

 AttachementMateri training dalam bentuk ppt

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

One thought on “KAIZEN: Small Improvement Through Total Employee Involvement

  1. Sungguh indah ya pesan dari Rasulullah SAW yang mirip dgn prinsip Kaizen ini: ‘Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, adalah orang yang beruntung”.
    Yang hebatnya, prinsip ini lebih dihayati oleh orang Jepang sehingga mereka bisa maju.
    Bagaimana caranya diterapkan di kehidupan sehari-hari, pak?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s