Be a Problem Solver…

Di dunia yang makin rame ini, tak terelakkan lagi munculnya beragam masalah yang tak lekang menggelayut di sepanjang jalan aktivitas kerja kita. Quantity dan Kualitas masalah pada era kini bahkan menjadi makin banyak dan lebih kompleks. So, kemampuan mengatasi ragam masalah tersebut menjadi ukuran kualitas seorang pejuang di industri manufaktur seperti kita-kita ini, ciee…Apalagi jika kita lagi kebagian peran sebagai pemimpin di suatu unit proses, baik sebagai manajer ataupun supervisor.

Di bawah ini kami dendangkan kembali lima karakter para pemimpin problem solver.

  1. Mereka mengantisipasi berbagai persoalan. Karena persoalan-persoalan itu tak terhindarkan, maka para pemimpin yang baik akan berusaha mengantisipasinya. Siapa pun yang berharap untuk tetap menjalani hidup akan terus mengalami kesulitan. David Livingston pernah berujar, “Jika Anda ingin mengutus orang-orang yang hanya mau datang jika ada jalan yang baik, lebih baik tidak usah. Saya ingin orang-orang yang mau datang sekalipun tidak ada jalan sama sekali.” Jika Anda tetap memelihara sikap pisitif dan mengantisipasi yang terburuk, Anda akan ada di posisi yang baik untuk mengatasi perbagai persoalan yang akan Anda hadapi.
  2. Mereka menerima kebenaran. Ada beberapa cara orang menghadapi persoalan, yakni menolak, menerima dan menanggungnya, atau menerima dan berusaha menjadikan segalanya lebih baik. So, para pemimpin sejatinya harus merespon setiap masalah dengan sikap yang terakhir. Paul Harvey mengajarkan, “Tidak ada pemimpin yang dapat berdiam di daratan sambil mengarahkan orang-orangnya melalui perairan yang ganas.”
  3. Mereka melihat gambaran besarnya. Para pemimpin harus selalu melihat gambaran besarnya. Mereka tidak boleh dikuasai oleh emosi atau membiarkan diri begitu terpuruk dengan detil sehingga melupakan hal yang jauh lebih penting. Alfred Arrmand Montapert menulis, “Mayoritas orang melihat hambatannya, hanya sedikit yang melihat tujuannya. Namun, sejarah mencatat kesuksesan hanya dapat diraih oleh orang-orang yang dapat melihat tujuannya.”
  4. Mereka menanganinya satu per satu. Jika Anda dihadapkan pada banyak persoalan, pastikan bahwa Anda benar-benar menuntaskan yang sedang Anda atasi sebelumnya sebelum pindah ke persoalan berikutnya, kecuali terdapat kondisi “darurat”.
  5. Mereka pantang menyerah.

Nah, masalahnya, bagaimana jika kita kadung ketiban peran sebagai pemimpin dadakan yang belum mempunyai kemampuan sebagai problem solver? Nah lho…Caranya, ajaklah orang-orang yang bertipe pemecah masalah untuk masuk ke tim Anda. Mereka pasti akan melengkapi kelemahan-kelemahan Anda dan Anda juga bisa cepat belajar dari mereka.

(Disarikan dari John C. Maxwell, The 21 Indispensable Qualities of a Leader, 1999)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s