TIPS SUKSES Menjadi Karyawan ANTI PHK

phkDi era kompetisi sekarang ini, sekedar mengais upah dikisaran u-em-ka saja, bagi sebagian besar pencari kerja sangatlah tidak mudah. Jangankan sekedar lulusan SLTA, yang namanya sarjana pun harus mau berjibaku wira-wiri nenteng map atau mentelengin jobstreet dan sejenisnya untuk mendapatkan pekerjaan idaman. Oleh karena itu, sungguh beruntung bagi mereka yang sudah kebagian jatah pekerjaan di perusahaan idamannya. Hanya saja, perlu diinsyafi bahwa tak ada kondisi ideal selama kita masih berdiri di atas yang namanya dunia fana ini. Sehingga, rasa syukur masih patut untuk kita sematkan pada relung hati dan pikiran sadar kita. Kenapa? karena bisa jadi besok atau lusa perusahaan tempat kita nyangkul tersebut ketiban nasib sial gulung tikar, Nah lho…. Tentu hantu PHK akan mengintai kita saban waktu, jika kita tidak mempunyai jurus efektif untuk menjaga diri dari PHK. Setidaknya ada beberapa tips sukses agar kita menjadi karyawan anti PHK atau paling tidak menjadi karyawan yang paling terakhir di PHK…he3x.

  1. Merepresentasikan keunggulan. Sejatinya, tak bisa dipungkiri bahwa hanya pribadi unggul semata yang bisa menjadi karyawan terakhir yang tegak berdiri di tengah prahara PHK. So, jadilah sosok karyawan yang senantiasa menunjukkan keunggulan di banyak sisi penilaian. Mulailah dari sisi yang paling sederhana, semisal pada point kehadiran, maka tunjukkan lah kepada khalayak penghuni perusahaan, bahwa kita adalah karyawan yang datang paling awal dan pulang paling akhir…jiah. Kita juga bisa menunjukkan keunggulan di sisi kerapihan (menjadi karyawan paling rapi), unggul dalam kepatuhan, unggul dalam pengetahuan umum, dan seterusnya. Upayakan faktor-faktor keunggulan kita selalu bertambah dan terupdate.
  2. Memiliki goal setting yang jelas. Karyawan kebanyakan adalah mereka yang tidak memiliki goal setting atau sasaran jelas untuk apa dia bekerja di perusahaan. Efeknya adalah kinerjanya tak menentu dan hanya mengandalkan mood sesaat. So, mulailah tetapkan sasaran dalam bekerja, misalnya, untuk apa kita bekerja?, untuk siapa kita bekerja?, mengapa kita bekerja di perusahaan ini?, dan seterusnya. Niscaya motivasi dan kinerja kita akan lebih permanen jika berbasis pada sasaran hidup yang jelas. Selanjutnya, akan lebih cakep lagi jika sasaran-sasaran kita tersebut dituangkan dalam tulisan dan ditempel di tempat-tempat yang menginspirasi, semisal, di pintu kontrakan, di kamar pribadi kita, di toilet kalo perlu…he3x, dan seterusnya. Jangan lupa juga ajak pasangan hidup kita atau orang-orang yang kita cintai untuk mengetahui sasaran hidup kita dan jadikan mereka sebagai pengingat dan pendorong. to be cont…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s