Sadar Masalah

Sadar Masalah

 

 Setiap kita pasti akan menghadapi beragam masalah, sepanjang kita masih menghirup udara untuk nafas kita. Maka, ketika sebagian kita mengeluh atas kehadiran masalah hidup, sejatinya kita sedang mengeluhkan sebuah keniscayaan yang tak mungkin kita tolak, sama saja ketika kita mengeluh kenapa kucing kesayangan kita mati, kemarin.

Jika kehadiran masalah merupakan sebuah keniscayaan, maka sejatinya yang menjadi masalah utama adalah respon terhadap masalah itu sendiri. Terkait dengan respon ini, Nabi SAW mengajarkan kita semua, bahwa ketika kita menghadapi suatu masalah, maka kita diwajibkan untuk merespon, yakni menjawab permasalah tersebut, karena dari masalah tersebut kita bisa belajar banyak tentang hidup ini. Tak ada rumus EGP, emang gue pikiran dalam hal ini. Dalam bahasa saya adalah sadar masalah. Beliau, menyebutkan, “Man roo-a minkum munkaron fal yughoyyirhu biyadiihi, fain lam yastati’ fabilisaanihi, fain lam yastati’ fabiqolbihi wadzaalika adl’aaful iimaan“. Jadi belajar dari hadits ini, ada tiga level kesadaran seseorang dalam menghadapai masalah. Yakni, level pertama, orang yang ketika menghadapi masalah, segera take action dengan tangannya, dengan tindakannya atau dengan kewenangannya jika dia seorang pemimpin. Level kedua, orang yang ketika menghadapi masalah, dia hanya bisa menggunakan lisannya, tanpa tindakan real.  Yaa kalau pun disebut ada tindakan real, yaa sebatas ngomong itu. Sedangkan level ketiga, orang yang menjawab masalah hanya dengan suara hatinya, tanpa lisan apalagi tindakan.

Jika diurutkan, maka seutama-utamanya seseorang adalah mereka yang menjawab permasalahannya dengan tindakan, karena tindakan sudah termasuk di dalamnya aktivitas lisan dan hati. Keutamaan berikutnya adalah mereka yang menjawab masalah hanya dengan lisan. Penggunaan lisan ini ada syaratnya, yakni ketika mengalami ketidakberdayaan. Keutamaan yang terakhir adalah mereka yang hanya kuasa menolak dengan hati, dan ini merupakan bentuk selemah-lemahnya iman. Artinya, tanda bagi yang kuat imannya adalah mereka yang menyelesaikan masalah dengan action real, yakni ambil tindakan. So, saatnya kita merealisasikan mimpi dan cita-cita mulia kita dengan action yang relevan. Ada pepatah Tiongkok yang mengatakan, jika Anda ingin mimpi anda segera terwujud, maka bangunlah.

kang masduki

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s