Antara Piala Dunia dan Piala Akhirat

341-2010-fifa-world-cup-wallpaperBulan ini tak pelak menjadi riuh rendah oleh pekikan pencinta bola yang menyaksikan jagoan mereka berlaga di lapangan hijau. Otomatis, muncul kegirangan tak terkira ketika team kesayangannya mencetak goal, tapi di sisi lain kesedihan membuncah tatkala prediksi kemenangan tak teraih. Tak memandang lagi jenis kelamin, tua-muda, muslim maupun non-muslim, ratusan juta pasang mata menyaksikan perhelatan adu tendang bola ini, yang kata Wikipedia, setidaknya 715,1 juta jiwa menyaksikannya. Sebagai seorang Muslim, saya ingin mengingatkan saya pribadi bahwa ketika piala dunia menyedot perhatian kita hingga larut malam bahkan dini hari, maka sudah sepantasnya saya sadar bahwa acara ini tak memiliki konsekwensi positif bagi masa depan saya sebagai penonton pasif nun jauh dari tempat perhelatan akbar tersebut.piala pahala

Sejatinya, ada piala akhirat yang harus kita menangkan karena berkorelasi dengan masa depan kehidupan kita. Masa depan yang senantiasa kita harapkan jika kita ditanya, yakni Surga. Trofi piala akhirat tidak main-main, yakni kehidupan abadi yang bahagia dengan terpenuhinya segala keinginan.

Jika kita rela melek menatap layar televisi di rumah atau layar lebar saat nonton bareng (nobar) bersama teman-teman di Cafe maupun di lapangan eRTe, maka yuuk kita mesti lebih mengikhlaskan hati untuk melek munajat kehadirat Allah Sang Pemberi Kebahagiaan dan Pemusnas Sengsara. Bukankah itu yang senantiasa kita senandungkan ingin kita raih dalam hidup yang singkat ini, yakni hidup bahagia di dunia dan akhirat?

Bagi seorang Muslim, Piala Akhirat lebih pantas untuk kita harapkan kemenangannya. Jika pada Piala Dunia kita sudah gembira betul dengan sekedar menjadi penonton, Nah, di Piala Akhirat ini, bahkan kita sudah menjadi pemain intinya. So, jangan euforia karena kita sebagai penonton pasif di Piala Dunia, tapi kita terlena sebagai pemain inti Piala Akhirat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s