Adikku Sayang, Menikahlah Hanya Dengan Pemuda Yang Memuliakanmu

menikahlah hanyaTulisan ini saya dedikasikan kepada adik-adik saya yang sedang dalam masa penantian untuk disunting pemuda sang pujaan hati. Sebagian mereka adalah guru-guru cantik nan sholehah di Aya Sophia Islamic School, mereka juga adalah para mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Tangerang, juga adik-adik saya yang lain, yang punya status yang sama, yakni menanti… (he3x). Sudah selayaknya kegalauan hati kalian di masa penantian ini kalian adukan keharibaan Dzat Yang Maha Mulia, yakni Allah Jalla Wa’ala. Setelah itu, bacalah tulisan abangmu ini, yang sudah terlebih dahulu mengalami dan menikmati indahnya hidup berumah tangga dengan cermin syariah yang insyaAllah akan mengantarkan saya dan istri tercinta kepada Surga yang telah menjadi cita-cita kami sejak di awal pernikahan.

Jangan Ambil dari Tempat Sembarangan

Guru kita pernah menasehati, bahwa agama seseorang di atas agama temannya. Ada juga nasehat yang mengatakan, bahwa lingkungan yang baik hanya akan melahirkan pemuda yang baik, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu, tatkala ada pemuda yang tertarik atau menarik hatimu, berhentilah sejenak, bersabar, jangan terburu perasaan, ceklah dahulu bagaimana lingkungan hidupnya, kedua orang tuanya, keluarga besarnya, lingkungan pendidikannya, teman-teman karibnya, tetangganya dan seterusnya. Niscaya kesabaranmu akan berbuah manis, setidaknya bisa menghindarkan dirimu kejeblos masuk pelukan pemuda yang tidak memuliakanmu. Hidupmu sangat sebentar dan hanya sekali, jadi jangan serahkan kepada tangan-tangan tak bertanggung jawab. Memang ada ujar-ujar yang menyatakan bahwa intan akan tetap intan walaupun berada di tengah lumpur, tapi sadarlah bahwa lingkungan yang sedemikian lama membentuk pribadi calon suamimu akan sangat membekas berpengaruh dalam relung pribadinya, daripada khawatir suatu ketika akan kembali kepada khittahnya yang buruk, akan lebih bijaksana untuk dirimu dengan memilih pemuda baik-baik dari lingkungan terbaik. Selagi kamu masih punya kesempatan memilih, maka pilihlah yang terbaik dari yang baik. Sebelum terlambat…

Pergunakan Referensi Terbaik

Dalam proses memilih pasangan terbaik idaman hatimu, kamu bisa juga menggunakan relasi terpercaya untuk menjadi referensi. Tentunya, mereka adalah orang-orang yang netral dan mulia. Saya sering menjadi connector atau MC-Mas Comblank dari temen dan adik-adik yang sedang mencari pasangan hidup, jika saya tahu persis dengan salah satu dari calon pasangan itu. Saya akan memveto untuk tidak lanjut jika saya melihat ada “resiko yang tidak bisa diterima” terhadap salah satunya. Referensi dari orang-orang terbaik bisa menjadi bahan pertimbanganmu. Walaupun demikian, keputusan akhir tetaplah ada di tanganmu.

Cari Tahu Visi Hidupnya

Visi hidup seseorang merupakan gambaran pribadi yang bersangkutan. Pilihlah pemuda yang menjadikan ridho Allah dan Surga sebagai visi hidup-nya, menjadikan kamu sebagai istri mulia dan sholehah sebagai salah satu misinya. Serta menjadikan anak-anak kalian sebagai qurrota a’yun dan jembatan menuju Surganya Allah Yang Maha Mulia. Pernyataan visi bisa saja hanya asbun alias asal bunyi, tapi kamu bisa cross-check dengan realita kesehariannya. Nyambung nggak dengan pernyataan visinya, jika tidak, tinggalkan saja orang semacam itu. Sebagai contoh, jika ingin Surga, tak mungkin dia masih menikmati kerja sebagai manajer atau teller di sebuah Bank konvensional. Jika mengharap Surga, tak mungkin dia ambil leasing bank untuk merasakan naik motor atau mobil. Jika memimpikan Surga, tak mungkin dia malas dalam bekerja atau enggan mencari pekerjaan terbaik. Jika merindukan Surga, tak mungkin dia kasar kepada saudaranya apalagi kepada kedua orangtuanya. Jika mendamba Surga, tak mungkin membiarkanmu tak menutup aurat secara sempurna, karena pemuda mulia hanya akan mendekat kepada gadis mulia.

Sebagai contoh, beberapa syarat ketika saya menentukan gadis yang akan mendampingi hidup saya adalah dia harus menutup aurat sempurna, karena menurut saya hanya gadis yang menutup aurat sempurnalah yang memuliakan dirinya untuk tidak “dinikmati” ramai-ramai oleh orang yang tidak berhak atas dirinya. Hanya gadis yang menutup aurat sempurnalah yang menutupi keindahan dirinya hingga waktunya tiba dan hanya akan diserahkan kepada pemuda mulia yang memuliakan dirinya. Jadi, untukmu adikku, pilihlah pemuda yang senantiasa menjaga auratnya demi memuliakan dirinya. Syarat berikutnya, gadis pendamping saya haruslah aktivis kampus. Menurut saya, hanya aktivis kampus yang telah digembleng dengan beragam masalah sosial dan telah lulus bermasyarakat secara elegan dalam organisasi kampus. Mereka inilah yang sudah belajar menyampaikan pendapat dengan arif dan berbela rasa serta siap menghadapi ragam perbedaan pendapat. Lain dengan gadis kampus yang hanya memutar jarum jam hidupnya di kampus dengan sekedar duduk-dengar-ngantuk-makan di kantin-pulang ke kost-an atau rumah. Menurut saya mahasiswi semacam ini hanya akan menghadapi kehidupannya kelak dengan “gagap”. So, untukmu adikku sayang, pilihlah pemuda yang tidak melulu mengejar nilai di bangku kuliah, tetapi dia yang juga aktivis kampus atau aktivis masjid di masyarakatnya. Prof. Daniel Golleman pernah menyatakan, “Mereka yang sukses dan berhasil, bukan mereka yang waktu sekolah memiliki nilai rapor bagus, tetapi mereka yang aktif berorganisasi, banyak bergaul dan mempunyai banyak teman. Dalam hal ini, IQ hanya mempengaruhi 20% keberhasilan, sedangkan kematangan jiwa 80%”.prof

Syarat lain untuk gadis pendamping saya waktu itu adalah dia haruslah gadis yang rajin mengaji, karena hanya dengannya nafsu kita bisa ditundukkan sesuai fitrah.

kang masduki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s