YUK, TINGGALKAN “DEFICIT APPROACH”

Inspirasi Buku Fokus Satu Hebat 11Fokus pada kekuatan yang memberdayakan membuat kelemahan kita tidak lagi berarti. Ibarat sebilah pisau, maka tindakan yang paling efektif dan efisien untuk meningkatkan daya gunanya adalah justru mengasah sisi yang tajam dan bukan sisi punggung pisau.”

Setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dimana hal tersebut akan berbeda satu sama lain. Penting bagi individu untuk mengetahui kelebihan apa yang ada dalam dirinya, sehingga dia memiliki percaya diri yang kuat dan menambah potensi untuk mengembangkan bakat tersebut. Seseorang yang mengetahui dan memanfaatkan bakatnya dengan baik, maka kelak dia akan mengetahui dan dapat memilih jalur minat yang tepat untuk memanfaatkan kelebihannya.

Semakin cepat seseorang mengetahui kelebihan dan kekurangannya maka akan semakin baik. Hal ini dikarenakan individu akan semakin mudah untuk diarahkan kepada kekuatan atau bakatnya. Sesungguhnya yang perlu kita ketahui dan menjadi fokus perhatian memang justru keunggulan-keunggulan kita yang bisa diasah dan dikembangkan. Sementara, biarlah kita hidup berdampingan dengan kelemahan-kelemahan yang ada, karena dengan berfokus pada kekuatan dan memberdayakannya secara maksimal membuat kelemahan kita tidak lagi berarti. Ibarat sebilah pisau, maka tindakan yang paling efektif dan efisien untuk meningkatkan daya gunanya adalah justru mengasah sisi yang tajam dan bukan sisi punggung pisau.

Mengetahui bakat yang dikuasai sangatlah penting dan akan lebih baik lagi apabila diketahui lebih cepat. Untuk para pelajar menengah atas atau mahasiswa, misalnya, mereka perlu mengetahui bakat dan minat masing – masing saat pemilihan jurusan diadakan. Begitupula bagi para fresh graduate dan karyawan yang hendak memilih posisi kerja pada suatu perusahaan. Ketidaktahuan akan potensi bakat dapat mengarahkan seseorang mengambil jalur minat/kerja yang salah yang dapat mengakibatkan kerja tidak maksimal dan berpotensi meningkatkan kejenuhan dan berakibat buruk terhadap kesehatan.

Pada saat ini banyak organisasi yang mengembangkan karyawannya melalui Deficit Approach, yaitu dengan cara mencari kelemahan seseorang dan kemudian berusaha memperbaiki kelemahannya agar menjadi kompeten, sehingga diharapkan agar yang bersangkutan dapat memberikan kinerja yang diharapkan. Dalam beberapa hal pendekatan dengan cara ini cukup baik akan tetapi dalam banyak hal tidak tepat dan ini dirasakan oleh banyak pihak karena  pelatihan-pelatihan yang diberikan sama sekali tidak  berdampak terhadap peningkatan kinerja perusahaan. Pendekatan yang dirasa tepat, yaitu Strength Approach, dimana fokusnya diberikan kepada kekuatan seseorang, bukan kelemahannya. Strength Approach diyakini akan meningkatkan produktifitas seseorang maupun peningkatan suasana positif dari kelompok. Menghargai dan memanfaatkan kekuatan seseorang akan membuat yang bersangkutan memiliki citra diri yang lebih baik dan tentunya juga membuat dirinya bekerja pada kapasitas maksimum.

Untuk dapat mengetahui kekuatan atau bakat apa saja yang ada didalam diri dapat dilakukan, salah satunya dengan mengikuti test STIFIn yang akan memetakan bakat given kita masing-masing. Silakan menghubungi STIFIn Learning Center di 0813-8099-3677.

Salam #FokusSatuHebat

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s