Teknik Cepat Menemukan Keunggulan Diri

Inspirasi Buku Fokus Satu Hebat 14Pertanyaan yang kerap disampaikan para orangtua dan mahasiswa ke saya terkait penemuan bakat adalah, “Adakah cara sederhana untuk menemukan bakat saya?” “Bagaimana saya mengetahui kekuatan diri saya?”

Dalam buku Strengths Finder 2.0 saya menemukan cara sederhana menjawab pertanyaan di atas, yakni dengan mengajukan lima pertanyaan di bawah ini:

  1. Yearning, be filled with compassion or warm feeling.

Model pertanyaan yang menunjukkan yearning antara lain, “Aktivitas atau pekerjaan apa yang kau tahu bahwa kau bisa melaksanakannya dengan baik, tapi selama ini belum pernah kau lakukan?” Atau model pertanyaan lain,  “Bila kau punya seminggu waktu luang, kau isi dengan apa waktu luangmu itu?”

  1. Satisfaction, the state of being satisfied

Pertanyaan yang menunjukkan satisfaction ialah, “Kegiatan apa yang bila telah selesai kau lakukan, kau tidak sabar ingin melakukannya lagi?” Atau, “Apa yang kau lakukan (baik ketika bekerja atau bermain) dan di saat itu kau merasakan kenikmatan dalam melakukannya?”

  1. Rapid Learning,

Pertanyaan yang menunjukkan rapid learning adalah, “Aktivitas apa yang bisa kau lakukan dengan baik bahkan tanpa harus dijelaskan terlebih dahulu?” Atau “Aktivitas apa yang kau lakukan dengan alami tanpa masalah, tapi sangat sulit bila kau bagi menjadi tahapan bagi orang lain?”

  1. Glimpse of Excellence

Pertanyaan yang mampu menunjukkan hal ini adalah, “Aktivitas atau kegiatan apa yang menurut orang lain kau sangat baik melakukannya?” Atau, “Berdasarkan pengalaman-pengalamanmu sebelumnya, kau dikenal hebat dalam melakukan apa?”

  1. Total Performance Excellence

Pertanyaan yang bisa menggambarkan hal ini adalah, “Apa yang kau lakukan sehingga kau merasa waktu cepat berlalu tanpa terasa?”

Pertanyaan-pertanyaan di atas itulah yang bisa Anda ajukan pada diri sendiri atau pada orang lain yang hendak Anda gali kekuatan diri atau bakatnya.

Yang perlu menjadi catatan saat menggunakan pertanyaan-pertanyaan di atas adalah Anda harus yakin dengan jawaban atau alasan dari jawaban itu untuk mengetahui bakat yang sesungguhnya.

Contoh: Jika Anda sebagai dosen dan hendak menduga bakat mahasiswa Anda, ajukan pertanyaan ini, “Bila ada waktu seminggu yang kosong, mau dihabiskan untuk aktivitas apa saja waktu tersebut?” Mahasiswa Anda bisa saja menjawab, “Saya mencari seminar atau pelatihan.”

Tapi Anda belum bisa memastikan dugaan Anda bahwa mahasiswa ini memiliki strength learner. Karena orang mencari dan mendatangi seminar atau  pelatihan punya banyak alasan. Bisa jadi ia datang karena seringkali ada teman yang mengajaknya dan ia merasa tidak enak bila menolak (kebiasaan orang dengan strength harmony).

Maka Anda bisa melanjutkan tiap jawaban yang mereka berikan dengan pertanyaan lanjutan “Kenapa?”. Baru setelah mereka bisa menjelaskan alasan mereka melakukan hal itu, Anda bisa menduga kira-kira strength apa yang mereka miliki.

Setelah kelima pertanyaan itu Anda ajukan dan masing-masing dengan lanjutan “Kenapa?” Anda bisa menduga strength yang mereka miliki. Walaupun demikian ada kalanya dugaan Anda meleset. Untuk jadi penguat lebih akurat Anda bisa melakukan test analisa STIFIn, insyaAllah makin yakin.

Salam #FokusSatuHebat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s