MEMPERJUANGKAN KEYAKINAN

Inspirasi dari Soft Skills Institute 32Kali ini saya ingin membagi ceritanya Al Ghazali dalam Ihya ‘Ulumuddin: Al kisah ada seorang pemuda budiman yang suatu saat mendengar bahwa beberapa orang di desanya menyembah sebuah pohon tua. Pemuda itu kemudian pergi menasehati orang-orang itu. “Menyembah pohon itu berarti perbuatan syirik,” katanya, “yang patut disembah hanya Allah. Tuhan pencipta alam semesta.”

Namum orang-orang ternyata tetap saja menyembah pohon tua itu hingga pada akhirnya pemuda itu geram. Diambilnya sebuah kapak, kemudian dia pergi menuju pohon tua itu. Dalam perjalanan, pemuda itu bertemu dengan seorang kakek tua. Kakek itu bertanya, “mau ke mana anak muda?”

“Aku pergi untuk menumbangkan pohon tua yang jadi sesembahan orang-orang di desa ini,” jawab pemuda tadi.

“Kalau begitu engkau tidak boleh lewat,” kata kakek tua itu.

“Apa maksudmu?” tanya si pemuda.

“Aku tidak akan membiarkanmu menebang pohon itu. Kalau engkau memaksa, engkau harus melewati aku dulu,” jawab si kakek.

Akhirnya, terjadilah perkelahian antara si pemuda dan si kakek. Si pemuda dengan mudah mengalahkan kakek itu. Namun kemudian kakek itu membuat penawaran, “Jika engkau membatalkan niatmu untuk menebang pohon itu, engkau akan menemukan dua keping emas setiap harinya di bawah tempat tidurmu.”

Kakek tua itu melanjutkan, “Dengan emas itu, engkau bisa memberi nafkah untuk keluargamu tanpa kamu harus bekerja. Dengan begitu, engkau akan punya waktu lebih banyak untuk menyembah Tuhanmu. Selain itu, sisa emasnya dapat engkau gunakan untuk membantu orang-orang yang ada di sekitarmu.”

Pemuda itu berpikir sejenak dan akhirnya menerima penawaran itu. Setelah memastikan kakek tua itu akan memenuhi janjinya, pemuda itu kembali pulang.

Keesokan harinya, pemuda itu benar-benar menemukan dua keping emas di bawah tempat tidurnya. Demikian juga pada hari-hari berikutnya. Pemuda itu kemudian menggunakan emas itu untuk menafkahi kelurganya dan menolong orang-orang yang tidak mampu. Kini dia punya banyak waktu untuk beribadah. Sampai suatu ketika, dia tidak menemukan dua keping emas itu lagi. Dengan perasaan marah, pemuda itu mengambil kapaknya dan berjalan menuju pohon tua. “Tidak ada emas, maka tidak ada pohon,” ucapnya dalam hati.

Dalam perjalanan, dia bertemu kembali dengan kakek tua itu. Si pemuda menuntut emasnya. Kakek tua itu menolak dan melarangnya lewat. Perkelahian terjadi lagi, namun kali ini si pemuda kalah telak. Tubuhnya tersungkur di bawah kaki si kakek tua. Pemuda itu bertanya, “Kenapa sekarang engkau sangat kuat? Bukankah engkau dulu aku kalahkan dengan mudah?”

Kakek itu menjawab, “Dulu kau lawan aku karena engkau memperjuangkan keyakinanmu yang mulia, sekarang engkau lawan aku hanya karena dua keping emas.”

Begitulah kekuatan keyakinan. Bukan sembarang keyakinan, tapi keyakinan mulia yang diridhoi oleh Allah Yang Maha Mulia. Era kini, begitu gampang orang merubah dan berubah keyakinan karena iming-iming materi yang fana. Demikian juga, banyak di antara kita yang memilih untuk berdiri di “tengah”. Memang seolah-olah posisi di tengah itu mulia, tetapi kalau karena tidak memilih, sejatinya sikap itu hanyalah ciri seorang pecundang.

Konsekwensi logis sebagai tanggung jawab intelektual kita adalah menentukan pilihan. Karena Allah telah menyediakan kita dua pilihan, hanya dua pilihan. Jalan takwa atau jalan fujur (jahat). Tidak ada pilihan ketiga. Apapun pilihan kita akan mengungkap siapa sejatinya kita. Pilihan takwa akan menguatkan kita. Pilihan fujur akan menghancurkan.

Salam #FokusSatuHebat

kangmasduki.com

edukator soft skills

SOFT SKILLS INSTITUTE

Training & Consulting

care@softskills.web.id

0813-8099-3677

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s