CERMIN MENTAL

Inspirasi dari Soft Skills Institute 39Hampir semua kita pernah bercermin dan mematut diri di depannya. Kita menjadikan cermin sebagai kawan akrab kita untuk menilai performance fisik kita sehari-hari. Pernahkah Anda “bercermin” untuk menilai performance mental Anda?

Ternyata, penilaian performance mental kita terima dari orang-orang terdekat kita. Merekalah yang menjadi “cermin mental” kita selama ini. Bayangkan jika cermin mental Anda ini buram. Maka, niscaya buram pula performance mental Anda. Buram citra diri Anda.

Cerita berikut mengisahkan seorang guru yang mengajar di sebuah sekolah dasar.

Suatu hari sang guru berkata, “Anak-anak, silakan tuliskan tiga kelebihan kalian.”

Beberapa menit berlalu, murid-murid nampak masih kebingungan dengan tugas dari sang guru ini.

Dengan setengah berakting, sang guru kemudian bersuara keras: “Kenapa tidak cepat-cepat menuliskannya!” seketika mereka jadi salah tingkah.

Beberapa murid pun mulai menulis. Salah satu di antara mereka menulis di atas kertas, “Kadang-kadang patuh sama Ibu. Kadang-kadang membantu Ibu. Kadang-kadang menyuap Adik.”

Merasa penasaran dengan tulisan murid tersebut, sang guru pun bertanya: “Kenapa tulisnya kadang-kadang?“ Dengan lugu, murid tersebut menjawab: “Memang kadang-kadang saja, Bu Guru.”

Ketika semua anak telah menuliskan kelebihan dirinya, sang guru kemudian memberi tugas selanjutnya: “Sekarang anak-anak, coba tuliskan tiga kelemahan kalian atau hal-hal buruk dari diri kalian.”

Seketika ruangan kelas menjadi gaduh. Anak-anak mulai bersemangat. Salah seorang unjuk tangan kemudian bertanya: “Tiga saja, Bu Guru?”. “Ya, tiga saja!” jawab sang guru. Anak tadi langsung menyambung: “Bu guru, jangankan tiga, sepuluh juga bisa!”.

Apa pelajaran yang bisa kita petik dari cerita sederhana itu?

Terkadang kita tidak sadar akan kelebihan yang ada dalam diri kita akibat lingkungan dan orang-orang di sekitar kita yang lebih sering menyampaikan kelemahan dan kekurangan kita.

Inilah mengapa kosakata kekurangan diri cenderung lebih mudah ditemui dalam belantara memori kita ketimbang kelebihan diri. Oleh karena itu, saatnya kita menyadari bahwa fokus pada kelebihan adalah bukti syukur kita kepada Allah yang telah memberi kita waktu hidup di dunia yang sementara dan singkat ini. Saatnya Anda juga menjadi cermin mental yang baik bagi anak dan orang-orang yang Anda cintai.

Salam ‪#‎FokusSatuhebat‬.

kangmasduki.com
edukator soft skills

SOFT SKILLS INSTITUTE
Training-Coaching-Consulting
care@softskills.web.id
0813-8099-3677

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s