MANAJEMEN ENERGI

Inspirasi dari Soft Skills Institute 59Guru kehidupan saya, Rene Suhardono pernah mengajarkan, kalau dipikir, hampir-hampir tidak ada yang lebih fair selain waktu bagi manusia. Semua dapat jatah sama, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 4 minggu sebulan, dan 12 bulan setahun. Jika di perusahaan, mulai dari CEO sampai management trainee memiliki waktu dalam besaran yang sama. Jika di kampus, dari rektor hingga dosen honorer memiliki jatah waktu yang sama. Pun demikian, jika di sekolah, mulai kepala sekolah hingga guru bantu memiliki jatah waktu yang tidak berbeda. Konsep pengelolaan waktu yang baik hampir selalu berbanding lurus dengan pencapaian dalam hidup: karier, bisnis dan dakwah. Tapi pengelolaan waktu saja ternyata belum cukup. Dengan jatah waktu yang sama, bagaimana menjelaskan perbedaan dalam pencapaian masing-masing professional dalam karier, bisnis dan dakwah? Ternyata ada faktor lain yang perlu kita perhatikan, energi.

Sekadar contoh, karier adalah segala hal yang kita kerjakan pada sebagian besar waktu saat kita “melek”. Bukan cuma sekadar bicara pekerjaan atau proses mendapatkan uang, karier adalah segala hal yang berkaitan dengan tujuan dan passion hidup kita. Energi adalah bahan bakar dalam karier, bisnis dan dakwah untuk terus bekerja, berkarya dan berkontribusi.

Masih ingat pertama kali masuk kerja? We were excited about working and starting up our career. Awalnya, begitu besar energi yang kita miliki untuk bekerja. Lembur tidak pernah jadi masalah, demikian juga gaji yang nggak seberapa (kalau dibandingkan sekarang). Energi terasa memudar atau bahkan hilang seiring dengan waktu berjalan. Bangun pagi untuk kerja yang dulu terasa menyegarkan sekarang justru melelahkan. Kepedulian akan pekerjaan, rekan kerja, dan perusahaan yang dulu sedemikian besar, belakangan terasa basa-basi.

Solusinya apa dong? Memunculkan kembali energi kita. Bagaimana caranya? Mengingat kembali pada tujuan hidup dan passion kita. Anda ingat khutbah Jumat? Prosesi khutbah ini menjadi kewajiban yang melekat pada sholat Jumat yang minggun itu. Kadang kita sudah tahu bahkan hafal dengan isi khutbah. Hanya saja, semua kita memang perlu maintenance. Ya, merawat iman. Menjaga keyakinan dan komitmen akan tujuan hidup. Saya menulis ini apakah saya sudah selesai dengan masalah ini? Tentu belum. Saya harus terus belajar kepada para guru kehidupan tentang hal ini. Belajar untuk setia pada apa yang menjadi tujuan hidup dan passion saya.

Dalam bahasa “kulon”, di sebut passion, it’s about knowing what you enjoy the most and what you are going to do about it. Pahami betul apa yang benar-benar kita kehendaki dalam hidup. Dan kenapa kita menghendakinya?

Mau tahu rasanya bekerja sesuai passion? Ingat saja saat-saat kita jatuh cinta. Semua terasa menyenangkan, more giving than taking. Demikian guru saya, Rene Suhardono mengajarkan.

Jika bermanfaat, insya Allah nge-share artikel ini bagian dari ‪#‎SedekahIlmu‬.

Salam ‪#‎FokusSatuHebat‬.

kangmasduki.com
edukator soft skills

SOFT SKILLS INSTITUTE
Training-Coaching-Consulting
www.softskills.web.id | care@softskills.web.id
0813-8099-3677

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s