CORE-GENIUS

Kang Masduki Fokus Satu Hebat 18Saya dapat cerita ini dari buku seorang guru saya, Pak Eloy Zalukhu. Sepuluh orang dari kampung di bawa ke Jakarta. Mereka berumur masing-masing 21 tahun, sama-sama lulus SMP dan belum pernah melihat komputer. Sesampai di Jakarta, mereka mengikuti kursus komputer selama enam bulan. Setelah selesai kursus mereka bekerja pada sebuah perusahaan. Setiap hari, pekerjaan utama mereka adalah mengetik. Setelah satu tahun, kualitas kerja mereka di evaluasi. Kira-kira menurut Anda, apakah kualitas mereka semua sama?

Jawabannya, tidak sama! Ada yang sangat baik, ada yang cukup baik, ada pula yang sangat buruk. Pertanyaanya adalah mengapa bisa demikian? Bukankah mereka memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang sama? Mereka kursus di tempat yang sama. Materi ajaran dan staf pengajarnya juga sama. Mengapa hasil akhir bisa berbeda? Jawabannya, hasil mereka berbeda karena terdapat perbedaan bakat atau talenta dalam diri mereka. Dalam istilah lain, perbedaan core-genius mereka.

Benson Smith dan Tony Rutigliano dalam buku yang terkenal berjudul Discover Your Sales Strengths, menceritakan penemuan mereka bahwa ternyata orang-orang dengan kualitas mengetik terbaik memiliki kombinasi antara kecekatan fisik atau physical dexterity (khususnya di bagian jari-jari) dan kemampuan berkonsentrasi pada pekerjaan yang sama, selama berjam-jam, bahkan berbulan-bulan tanpa merasa jenuh.

Menurut mereka, kemampuan seperti itu tidak didapat melalui kursus, pengalaman, atau pendidikan. Kemapuan tersebut merupakan bakat khusus yang terdapat dalam diri seseorang, bahkan sebelum ia melihat benda bernama komputer. Masih menurut Smith dan Rutigliano, tanpa bakat yang tepat, semua pengalaman, pelatihan, dan pendidikan tidak akan pernah mampu menjadikan seseorang menjadi performer kelas dunia.

Orang-orang yang memiliki bakat seperti dijelaskan di atas pada saat mengetik merasakan suatu daya tarik yang dahsyat. Di saat itu mereka menemukan core-genius mereka.

Pertanyaannya, sekiranya anak-anak Anda disekolahkan di sebuah lembaga pendidikan terbaik, akankah mereka akan menjadi terbaik? Dengan pengalaman belajar dan para pengajar yang mumpuni, akankah anak-anak kita itu merasakan daya tarik yang dahsyat dalam menjalani proses belajar mereka? Pertanyaan ini pernah dijawab oleh guru saya, Pak Farid Poniman, penemu konsep STIFIn. Jawaban beliau adalah temukan dulu bakat anak-anak kita dengan bantuan tes STIFIn, baru kemudian disekolahkan dan dididik selaras dengan bakat mereka, wallaahu ‘alam.

Bagi Anda yang tertarik untuk tes STIFIn bisa klik di sini: http://stifin.com/mol/?nm=MOL-16-007

Jika bermanfaat, insya Allah nge-share artikel ini bagian dari ‪#‎SedekahIlmu‬.

Salam ‪#‎FokusSatuHebat‬.

kangmasduki.com
Inspirator #FokusSatuHebat
Edukator Soft Skills

SOFT SKILLS INSTITUTE
Training-Coaching-Consulting
www.softskills.web.id | care@softskills.web.id
0813-8099-3677; 0838-1231-2014 (SMS/WA/Telegram)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s