KAMBING HITAM PENGUNCI KREATIVITAS

Kang Masduki Fokus Satu Hebat 24Salah seorang guru saya, Prof. Ahmad Mansur Suryanegara pernah berkisah tentang asal muasal istilah “kambing hitam”. Istilah ini asalnya diangkat dari upacara pengakuan dosa yang dilakukan oleh penganut agama tertentu di hadapan Rabi atau Pendeta di Sinagog. Proses pengakuan dosa tersebut berlangsung dengan didahului penuturan tentang perbuatan pelaku dosa. Dan diikuti pula pernyataan penyesalan atas perbuatan dosanya. Kemudian disertai permohonan ampun atas kelupaan dan keberaniannya melakukan perbuatan dosa.
 
Rabi atau Pendeta saat mendengarkan penuturan pengakuan dosa, sambil memegang kambing hidup yang berwarna hitam kelam yang ada di sebelahnya. Setelah selesai melakukan pengakuan, Rabi menanyakan sekitar kesalahannya. Kemudian setelah selesai tanya jawab, Rabi menyatakan, bahwa seluruh dosanya telah terampuni karena dosanya telah ditransfer ke kambing hitam yang ada di samping Rabi. Dalam ajaran ini, perbuatan dosa yang dilakukan oleh manusia dapat dipindahkan ke kambing hitam. Dengan kata lain kambing hitam walaupun tidak berbuat dosa, melalui otoritas Rabi dapat dijadikan obyek atau korban, tempat pemindahan dosa manusia. Demikian tutur guru saya.
 
Dalam kehidupan nyata, kadang kita menyaksikan sebagian kita mengkambing-hitamkan sebagian yang lain. Tentu dengan maksud menyalahkan pihak lain. Ada kambing hitam itu bernama atasan, ada kambing hitam bernama perusahaan, ada kambing hitam bernama pekerjaan, ada kambing hitam bernama suami, ada kambing hitam bernama istri, ada kambing hitam bernama anak, dan seterusnya. Pada intinya masing-masing menyatakan hal yang sama, yakni bahwa “kemalangan yang menimpa saya bukan salah saya. Saya hanya pihak yang manjadi korban.”
 
Ketika Anda mengatakan “Ini bukan salah saya,” sadar atau tidak, Anda sedang mengirim pesan kepada otak, dan otak Anda akan menerjemahkan pesan itu menjadi, “Saya tidak bertanggung jawab atas semua kemalangan ini.” Pada detik otak menangkap kesimpulan itu, pada detik yang sama potensi dan kreativitas Anda rontok dan langsung terkunci.
 
Seorang guru saya yang lain, Eloy Zalukhu, memberikan tips sebagai latihan untuk keluar dari zona pengkambing-hitaman ini. Sebanyak tiga kali dalam sehari (pagi, siang, malam), katakan pada diri Anda kalimat ajaib ini: “Kesuksesan saya dan kebahagiaan saya adalah tanggung jawab saya. Bukan keadaan dan bukan juga orang lain.” Ketika otak menerima pesan yang terkandung dalam kalimat tersebut, secara otomatis potensi dan kreativitas Anda akan keluar. Pada saat itulah Anda akan mendapatkan energi tambahan untuk mampu merealisasikan visi hidup, tentu dengan izin Yang Mahakuasa. Cobalah dan buktikan sendiri!
 
Salam #FokusSatuHebat
 
kangmasduki.com
Inspirator #FokusSatuHebat
Edukator Soft Skills

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s