JIKA PUTRA ANDA TIDAK TUMBUH DENGAN KARAKTER EMAS, MUNGKIN BEBERAPA HAL INI ADA YANG ANDA LEWATKAN

karakterCharacter is everything, demikian ungkapan yang sangat saya sukai. Saya setuju dan sungguh sangat merasakan pengaruh karkater ini dalam upaya meraih kesuksesan setiap misi proyek dengan beberapa anggota team yang terlibat. Tentu, membangun karakter ini tidak bisa menafikan peran keluarga, terutama orangtua sebagai mentor utama.

Oleh karena itu, dalam diskusi hangat saya dengan para musyrif dan wali santri Pesantren Bisnis SMPIT Istana Mulia, mengemuka beberapa keluhan yang terkait dengan problem karakter ini. Menurut saya, mungkin ada hal yang kita lewatkan dalam upaya membangun karakter putra-putri kita itu. Yakni, karakter apa yang kita tanamkan dan kapan penanaman karakter itu secara massif kita berikan.

Dari salah satu buku guru saya, Pak Hermawan Kertajaya yang berjudul Grow with Character. Beliau menyarankan proses penanaman karakter dalam enam pilar yang dibeberkan sebagai berikut:

Pertama, trustworthiness. Sebisanya, pilar itu dipupuk sejak anak berusia 4 sampai 6 tahun supaya tidak bohong dan berdusta. Berani membela kebenaran. Itulah karakter paling dasar.

Kedua, responsibility, yang sebaiknya diajarkan sejak umur 6 sampai 9 tahun. Di pilar tersebut ditanamkan sikap disiplin dan bertanggung jawab terhadap pilihan yang diambil untuk berpikir sebelum bertindak dan mempertimbangkan konsekuensi. Semisal, di mana si anak mengambil sandal, maka ke tempat itu ia mengembalikan, dan seterusnya.

Ketiga, respect. Yakni, dibiasakan memperlakukan orang lain dengan hormat. Mengikuti the golden rule: “Perlakukanlah orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan.” Berlaku sopan dan jangan melukai orang lain. Sifat itu perlu ditanamkan sejak umur 9 sampai 11 tahun.

Keempat, fairness. Anak-anak umur 11 sampai 13 tahun perlu mulai menjiwai pillar itu agar belajar mengikuti aturan yang berlaku. Tidak berprasangka dan tidak sembarangan menyalahkan orang lain, juga berbagi dengan sesama.

Kelima, caring, yakni karakter yang harus diterapkan sejak masa remaja. Inti pilar itu adalah bertindak dengan ramah dan peduli kepada orang lain. Memaafkan orang lain dan membantu mereka yang kesulitan.

Keenam, citizenship, yakni karakter yang dibangun sejak meninggalkan masa remaja dan mulai menjadi dewasa. Pilar itu berbicara mengenai berperan aktif dalam mengembangkan komunitas sekitar. Juga, bekerja sama dan bertetangga dengan baik, mematuhi hukum dan aturan norma agama, serta menghargai otoritas.

Akhirnya, perlu kita pahami bahwa upaya membangun karakter ini merupakan upaya never ending, yakni upaya positif terus menerus, antara orangtua, guru, sekolah, lingkungan masyarakat hingga regulasi pemerintah. Sulit memang, tapi ingatlah, bahwa sulit bukan berarti tidak bisa!

Salam ‪#‎FokusSatuHebat‬

kangmasduki.com
Inspirator Fokus Satu Hebat
Edukator Soft Skills

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s