TRAINING SERTIFIKASI INSTRUKTUR DAN TRAINER NASIONAL

iklan-sertifikasi-instruktur-bnsp-2_1TRAINING SERTIFIKASI DAN UJI KOMPETENSI INSTRUKTUR NASIONAL
BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI (BNSP) — BATCH#2
HOTEL SOFYAN INN TEBET, JAKARTA
21-23 OKTOBER 2016

Kualifikasi: Instruktur Pelaksana Pelatihan Tatap Muka (Instruktur Muda)

1. PENDAHULUAN
Dalam era globalisasi dan dengan kelanjutan dari sertifikasi ISO 9000 dan 14000 series, dimana perusahaan-perusahaan nasional maupun international yang berada di Indonesia agar melakukan sertifikasi terhadap sistim manajemen perusahaannya, dan sebagai kelanjutannya adalah melakukan sertifikasi terhadap setiap profesi dibidang sumber daya manusia. LSP-IKI sejak 2005 telah melakukan Sertifikasi Kompetensi Instruktur dan saat ini telah menggunakan SKKNI terbaru, dengan SKEMA terkini (22-05-2016) yang diakui BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

1. MAKSUD DAN TUJUAN SERTIFIKASI KOMPETENSI

Dalam rangka ikut serta membangun program pemberdayaan manusia oleh Pemerintah, maka melalui BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) memberikan Lisensi Kepada LSP-IKI (Lembaga Sertifikasi Profesi Instruktur Kompeten Indonesia), untuk melakukan sertifikasi kompetensi profesi Instruktur/trainer dibidang metodologi di seluruh wilayah Indonesia
Sertifikasi kompetensi adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 161 Tahun 2015 Tentang KATEGORI PENDIDIKAN BIDANG STANDARISASI, PELATIHAN, DAN SERTIFIKASI.

2. KOMPETENSI

Kompetensi adalah persyaratan standar bagi seseorang untuk berhasil dalam bidang pekerjaannya. Lebih jauh lagi kompetensi adalah kualitas yang menunjukkan bahwa sesorang mempunyai kemampuan untuk melakukan suatu pekerjaan.
Pada dasarnya setiap pekerjaan harus dilakukan oleh tenaga kerja yang kompeten, karena kompeten maka seseorang diberi kewenangan. Tenaga kerja yang kompeten dan profesional pasti dapat bekerja secara produktif.
Produktivitas inilah yang akan menjadi pertumbuhan, peningkatan daya saing dan kesejahteraan.

3. KUALIFIKASI KOMPETENSI INSTRUKTUR METODOLOGI

1. Instruktur Pelaksana Pelatihan Tatap Muka dahulu Instruktur Muda

2. Instruktur Pelaksana Pengembangan Pelatihan dahulu Instruktur Madya

3. Instruktur Pelaksana Pengawasan Pelatihan dahulu Instruktur Utama

4. RUANG LINGKUP SERTIFIKASI INSTRUKTUR

4.1. Instruktur Pelaksana Pelatihan Tatap Muka:

1 Memastikan Lingkungan Belajar yang Sehat dan Aman
2 Menyusun Program Pelatihan
3 Mengelola Bahan Pelatihan
4 Mengelola Media Pelatihan
5 Mengelola Peralatan Pelatihan
6 Merencanakan Penyajian Materi Pelatihan

4.2. Instruktur Pelaksana Pengembangan Pelatihan:

8 Menentukan Kebutuhan Pelatihan Mikro
9 Menentukan Kebutuhan Pelatihan Individu
10 Mendesain Media Pembelajaran
11 Mengembangkan Informasi Pelatihan melalui Media Cetak
12 Mengembangkan Informasi Pelatihan melalui Media Elektronik

4.3. Instruktur Pelaksana Pengawasan Pelatihan:

13 Memonitor Pelaksanaan Pelatihan
14 Melakukan Tindakan Korektif Pelaksanaan Pelatihan
15 Mengevaluasi Pelaksanaan Suatu Program Pelatihan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s