9 Alasan Mengapa Lebih Baik Membeli Pengalaman daripada Barang

_”Materi dunia tak akan sebanding dengan apa yang diberikan oleh pengalaman ruhani.”_

Seringkali kita meyakinkan diri bahwa manusia didefinisikan oleh apa yang menempel di tubuhnya ataupun benda yang dimiliki olehnya. Kita ingin terlihat berbeda, kita ingin terlihat mencolok dengan segala materi yang kita miliki. Uang telah menjadi tolak ukur sosial yag sulit dipungkiri keberadaannya.

Sadar nggak sih, uang sendiri itu sebenarnya nggak penting. Apa yang bisa dibeli oleh uanglah yang penting. Uang bukan kebahagiaan. Uang memberi arti pada kebahagiaan.

Hal yang menentukan nilaimu di dunia ini adalah di mana kita menghabiskan uangmu.
Tentunya kebutuhan, kemewahan dan benda lain yang bisa melengkapi hidupmu. Tapi ada yang lain… yaitu pengalaman. Iya, di sanalah seharusnya kita menggunakan uang tabunganmu!

*1. Barang punya tanggal kedaluwarsa, sedang pengalaman menjadi kenangan untuk seumur hidup.*
Uang bisa membeli kebahagiaan? Kita yakin? Mungkin iya, asalkan kita gunakan di hal yang sesuai. Kebahagiaan yang diperoleh dari membeli sebuah handphone dengan menempuh perjalanan mengunjungi sebuah kampung nelayan untuk melihat kesejahteraan hidup mereka, mungkin awalnya berjumlah sama. Tapi seiring waktu, kita akan merasa lebih puas dengan perjalanan yang kita lakukan daripada telepon genggammu. _#Umroh&Haji Kenangan Seumur Hidup_

*2. Barang akan selalu berada di sisimu, tapi pengalaman tidak datang setiap hari.*
Ironisnya, fakta bahwa objek materi itu selalu ada bersamamu justru sesuatu yang merugikan. Kita mendapatkan lebih banyak waktu untuk menyesuaikan diri dengan benda itu, namun pengalaman berlangsung untuk waktu yang lebih singkat, memberikan kita ruang lingkup yang serba baru dalam durasi waktu yang singkat. _#Umroh&Haji Pengalaman Langka_

*3. Karena pengalaman membuat kita bercerita, sedang barang membuat kita membual.*
Bukan hanya positif, tetapi pengalaman negatif pun mempunyai banyak pelajaran yang bisa kita petik. Kita mendapatkan perspektif yang lebih baik tentang hidup dan kita bisa membagikannya dengan sahabatmu. Sedang ketika memiliki suatu benda, kita cenderung bercerita untuk membual. _#Umroh&Haji Menjadikan Hidup Positif Banget_

*4. “Eh, aku udah pernah pergi ke sana!” lebih baik daripada “Eh, aku juga punya TV yang sama!”*
Saat ingin mengawali pembicaraan dengan orang lain, pembicaraan tentang pengalaman tentu saja lebih menarik dibandingkan kisah tentang benda apa saja yang kita miliki. _#Sudah Umroh&Haji?_

*5. Memiliki pengalaman yang “lebih” tidak menyebabkan iri seperti memiliki produk yang berharga “lebih”.*
Lebih mudah untuk membandingkan barang-barang material karena mereka jauh lebih mudah untuk disombongkan! Hal ini menyebabkan orang menikmati perbandingan antara barang miliknya dan orang lain, yang merupakan akar dari rasa iri dan dengki hati. Namun, kecil kemungkinan bahwa kita bisa membandingkan kebahagiaan yang kita dapatkan dari pengalaman. _#Umroh&Haji Menjadi Makin Sholeh_

*6. Pengalaman merupakan identitasmu, barang merupakan atributmu.*
Pengalaman yang kita alami adalah bagian besar dari diri kita. Mungkin kita merasa identitasmu dilihat dari benda yang kita miliki, namun tetap saja mereka terpisah dari dirimu. Mereka hanya atribut yang menempel. Secara kontras, pengalaman benar-benar bagian darimu, di mana kehidupanmu adalah kesimpulan dari segala pengalaman yang kita telah lalui. _#Ane Muslim/ah_

*7. Pengalaman tidak dipaksakan padamu, sedang barang terkadang dipaksakan.*
Banyak manusia di dunia ini merasa pentingnya memiliki benda tertentu, seperti gadget, mobil dan benda lain agar mereka diterima di lingkungan mereka hidup. Benda itu belum tentu memiliki nilai emosional yang kuat untukmu. Bahkan terkadang terkesan dipaksakan, bahwa kita “harus” memiliki benda itu. Namun, pengalaman adalah sebuah perjalanan yang kita jalani untuk merasa kebahagiaan. _#Pengalaman Haji & Umroh_

*8. Pengalaman membantumu menemukan tujuan dan gairah hidupmu.*
Pengalaman seharusnya menjadi kompas dalam hidup yang membimbing dan memengaruhi hari-harimu. Pengalamanmu tidak perlu mahal ataupun megah, mungkin hanya dengan berkunjung ke sebuah pameran lukisan kita menemukan ketertarikanmu terhadap melukis yang ternyata akan kita tekuni hingga akhir hayat. That’d be the greatest investment you made! _#Apalagi Kalo Umroh & Haji_

*9. Pengalaman membantumu mengekspresikan rasa syukur.*
Pengalaman yang kita rasa berharga dan bermakna merupakan peluang utama bagimu untuk mengungkapkan rasa terima kasih. Kalau kita mengisi hidupmu dengan pengalaman, bayangkan betapa bersyukurnya dirimu akan keberadaanmu di dunia ini. Mungkin kita bakal mengalami pergeseran paradigma, di mana semua pengalaman adalah untuk dinikmati dan dihargai. _#Umroh&Haji Tanda Syukur Banget_

Pergilah dan isi hidupmu dengan pengalaman. Tentunya ada pengalaman yang terjangkau bagimu dan mungkin ada yang mahal. Namun, menjadi kaya dengan kenangan berharga dan pelajaran hidup itu harganya tidak ternilai. Kita bisa kok menghabiskan uang pada “barang” yang memiliki keterbatasan kebahagiaan atau kita bisa berinvestasi dalam pengalaman yang akan memberikan kontribusi bagi perasaan sukacita dalam hidup ini. [https://hype.idntimes.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s