HILANGKAN KELEMAHAN DENGAN PARTNERING

Pernahkah Anda merasa frustrasi ketika mentok mikir dan mentok aksi karena tak ada ide di kepala?

Pernahkah Anda merasa khawatir gagal menyelesaikan tugas karena ternyata Anda merasa ndak punya kemampuan merampungkannya?

Kondisi “mentok tembok” yang kadang kita hadapi sejatinya merupakan bukti bahwa kita tidak memiliki kesempurnaan. Betul jika kita memiliki kemampuan dan keunggulan di salah satu atau beberapa bidang, tapi kita tak lekang dari kekurangan di bidang lainnya. Maka, solusi terbaik bagi kita untuk menghilangkan kondisi “mentok tembok” di atas adalah dengan melakukan partnering.

Ya, saya merasakan sekali, dulu, sebelum saya mengenal konsep STIFIn, tidak hanya kadang merasa mentok tapi sering…he..he.

Tapi Alhamdulillah, sekarang saya jadi tahu diri, bahwa ada hal-hal yang tidak bisa saya kerjakan sendiri, dan kalau dipaksakan pun, kualitasnya buruk. Maka setelah saya analisa bakat semua team di Soft Skills Indonesia, saya jadi lebih mudah membuat talent-mapping, mendesain kerjaan dengan hasil yang berkualitas prima. Jadinya, tatkala saya membutuhkan analisa resiko dan SOP detil saya memberikan tugas yang super berat bagi saya ini ke team yang tipenya Thinking, Bun Wakhida Nurhayati jagonya, ada juga Uda Hardinal Adi. Untuk mengeksplore ide-ide gila dan fresh, saya minta Coach Satrya Yudha Wibowo, yang mesin kecerdasan beliau Intuiting. Untuk eksekusi detil dan tuntas berdasar SOP yang telah disepakati, saya tugaskan team kami yang Sensing, Ayah Ubay Baydillah, Bunda Rena Citra Citra, dan sekian banyak team kami di SSI dan ASIS. Nah, untuk melengkapi dan nge-charge saya, figure Instinct yang saya perlukan, Solver Sandi Hartono SE jawabannya.

Jadi, masalah kerjaan dan bisnis terasa lebih ringan dieksekusi tatkala kita menemukan partner yang sesuai dengan kebutuhan kita. Kita punya business soulmate yang pas.

Begitu juga untuk mengarahkan anak-anak kita. Sudah bukan zamannya, kita menuntut anak-anak itu menjadi pribadi yang serba bisa, karena memang ndak mungkin, tapi jadikan mereka pribadi-pribadi unggul sesuai dengan bakat alami mereka (dalam istilah konsep STIFIn: sesuai mesin kecerdasan mereka). Selanjutnya, jadikan mereka siap berkolaborasi untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kehidupan mereka.

Salam #FokusSatuHebat

Kang Masduki

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s