SETIAP ANAK MEMBAWA POTENSI BAKAT MASING-MASING

Bayangkan sebuah telur di hadapan Anda. Apa yang terjadi ketika telur ditekan kekuatan dari luar? Apa pula yang terjadi ketika telur ditekan kekuatan dari dalam? Ketika ditekan kekuatan dari luar, telur pecah dan benih kehidupan di dalamnya pun mati. Ketika ditekan kekuatan dari dalam, telur pecah dan benih kehidupan lahir dari dalam telur.

Anak lahir bukan sebagai kertas kosong yang dapat diwarnai sesuka hati orang dewasa. Anak lahir sebagai pelajar dengan membawa bekal berupa kemauan dan kemampuan belajar. Kemauan itu biasa disebut sebagai motivasi intrinsik, yakni kemauan untuk melakukan suatu tindakan, tanpa perlu ganjaran dan hukuman dari orang lain. Kemampuan belajar berupa kemampuan mengolah informasi untuk menyelesaikan persoalan dan untuk berkarya yang bermakna. Kemauan belajar seperti itulah yang disebut sebagai potensi bakat.

Peran pendidik bukanlah menjejalkan pengetahuan dalam diri anak, tapi menstimulasi agar potensi dalam diri anak tumbuh berkembang menjadi bakat yang bermanfaat. Ibarat induk ayam yang menghangatkan tanpa menekan telur hingga telur menetas. (Disadur dengan modifikasi dari Anak Bukan Kertas Kosong, Bukik Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s