Beri Kayu Bakar, Niscaya Kehangatan Kau Dapatkan

Judul posting ini saya sarikan dari tulisan guru saya yang sangat saya hormati, Motivator  Sukses Mulia, (Ustadz) Jamil Azzaini. Beliau katakan dalam tulisan beliau, “Saat berlibur ke tempat yang dingin dan kemudian ingin menghangatkan badan, apa yang akan Anda lakukan? Salah satunya bisa degan cara membakar kayu di perapian. Apakah hangatnya akan langsung Anda dapatkan dengan hanya berkata, “Ayo perapian, berikan aku kehangatan nanti akan saya beri kayu bakar!” Tentu tidak. Anda harus “memberi” perapian kayu bakar terlebih dahulu baru kemudian Anda akan memperoleh kehangatan“. Saya sangat sepakat marpakat terhadap testimoni ini, bahwa kita sebagai manusia, wabilkhusus, karyawan pejuang di sebuah industri manufaktur, selayaknya mendendangkan sikap ini, yakni memberi dahulu kemudian baru bisa menerima.

Saya yakin, ketika kita memberi kebaikan kepada orang lain, niscaya kita akan menerima kebaikan pula dari orang lain, walaupun tidak mesti dari orang yang telah kita berikan kebaikan sebelumnya. Wahai karyawan pejuang, ketika Anda pertama kali datang ke perusahaan ini, apa yang Anda lakukan? Baca lebih lanjut